Setiap orang menginginkan usia yang panjang dalam hidupnya. Pada akhir usia seseorang ingin menemukan kebahagian bersama orang-orang terdekat, namun pada usia ini lansia akan mengalami berbagai perubahan fisik dan gangguan kesehatan. Salah satu gangguan yang sering terjadi adalah depresi. berikut akan di jelaskan mengenai depresi pada lansia, faktor-faktor yang berkaitan dengan depresi dan penanggulangannya.
Lanjut
usia (lansia) periode yang dialami oleh orang yang dikaruniai usia panjang dan
terjadi berbagai kemunduran pada fungsi organ tubuh. Badan kesehatan dunia
(WHO) menetapkan 65 tahun sebagai usia yang menunjukkan proses menua yang
berlangsung secara nyata dan seseorang telah disebut lanjut usia. Lansia mengalami perubahan fisik, biologis
dan psikologis dapat menimbulkan gangguan fisik atau mental bagi mereka. Salah
satu gangguan mental yang dialami lansia adalah depresi. Depresi salah satu
bentuk gangguan kejiwaan pada perasaan/mood yang bersifat tertekan, sedih,
tidak berharga, tidak mempunyai semangat dan pesimis terhadap hidup mereka. Para
lansia yang diduga mengalami depresi menunjukkan
ciri-ciri jarang bericara dan berinteraksi dengan orang lain. Menurut penelitian yang dilakukan di Panti Tresna Werda Wana Seraya
Denpasar Bali ada tahun 2013 ada beberapa faktor yang
mempengaruhi terjadinya depresi pada lansia yaitu usia, jenis kelamin dan
penyakit yang mendasari. Lansia
yang mengalami depresi 16,6 % usia 60-70 tahun, pada usia 71-80 tahun tidak ada
yang mengalami depresi. Lansia berjenis kelamin perempuan 9% mengalami depresi,
sedangkan lansia laki-laki tidak ada yang mengalami depresi. Berdasarkan
penyakit yang mendasari 100% mengalami depresi.Data tersebut menunjukkan bahwa
depresi cenderung terjadi pada usia yang lebih muda, berjnis kelamin perempuan
dan mempunyai penyakit yang mendasari.
Depresi mempunyai
keterkaitan erat dengan dukungan sosial. Dukungan sosial merupakan keberadaan
orang lain yang dapat diandalkan untuk memberi bantuan, semangat, penerimaan
dan perhatian sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan hidup bagi lansia yang
bersangkutan. Dukungan sosial didapat dari keluarga, sahabat, kekasih, anggota
atau sekelompok masyarakat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Panti
Wreda Wening Wardoyo Jawa Tengah menunjukkan bahwa lansia yang tinggal di Panti
tersebut mengalami depresi pada kategori tinggi dan dukungan sosialnya berada
pada kategori rendah. Sumbangan afektif dukungan sosial sebesar 23,7 %. Kondisi
tersebut berpengaruh pada penurunan depresi pada lanjut usia yang tinggal di
panti Wreda. Faktor-faktor ain sebesar 76,3 % yang tidak di ungkap dalam
peneitian diduga tururt berperan dalam depresi. Hubungan antara dukungan sosial
dan deresi yaitu semakin tinggi dukungan sosial yang diberikan maka semakin
rendah tingkat depresi yang terjadi.
Keluarga mempunyai
andil paling besar dalam memberikan dukungan terhadap lansia, keluarga adalah
orang yang mempunyai hubungan darah terhadap lansia. Stress sangat rentan
terjadi pada lanjut usia karena fakor kehilangan, penurunan kesehatan fisik,
dan kurangnya dukungan dari keluarga.. kurangnya dukungan keluarga kepada lanjut usia, akan
mempengaruhi dalam penyelesaian masalah. Apabila krisis masalah yang menumpuk
dan berkepanjangan akan dapat
menimbulkan depresi. Penelitian dilakukan kepada lansia di Desa Langsar Kecamatan
Saronggi Kabuaten Sumenep untuk mengetahui hunungan dukungan keluarga dengan
tingkat depresi. Hasil penelitian doperoleh data 96 orang mendapat dukungan
keluara diantaranya dukungan kurag 7%, sedan 12 %, baik 81 %. Sedangkan terjadinya
kejadian depresi diantaraya 21% tidak mengalami depresi, 79 % depresi ringan,
10 % depresi sedang, 5 % dan depresi berat 6 %. Dari data tersebut dapat
diketahui bahwa hampir seluruhnya lansia tidak mengalami depresi. Semakin tinggi
dukungan keluarga semakin rendah tingkat depresi.
Dalam mengatasi depresi pada lansia, dapat diatasi oleh
lansia itu sendiri dengan mengisi waktu seperti melakukan aktifitas-aktifitas
ringan sesuai dengan hobi mereka, selain itu dengan olahraga sepert senam
lansia dapat mengatasi kebosanan sehingga mereka menjadi senang. Senam lansia
adalah suatu bentuk latihan fisik yang berpengaruh terhadap kmampuan fisik
lansia. Dengan senam lansia membantu tubuh tetap bugar dan segar karena melatih
tulang tetap kuat, mendorong jantung bekerja optimal, dan membantu
menghilangkan bibit penyakit yang berkeliaran didalam tubuh. dengan begitu
mereka dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. Hasil penelitian terhadap
lansia yang mengikuti senam lansia di RW 06 kelurahan darmo Kecamatan Wonokromo
surabaya dapat dilihat bahwa yang mengikuti senam tidak mengalami depres sama
sekali yaitu 25 lansia (100%) tidak mengalami depresi, sedangkan yang tidak
mengikuti senam 7 lansia (28%) diantaranya mengalami depresi ringan sedangkan
18 lansia (72%) lainnya tidak mengalami depresi. Lansia yang mengikuti senam
lansia tingkat depresinya lebih rendah dibandingkan dengan lansa yang tidak
mengikuti senam lansia. Dengan terjaganya kebugaran tubuh maka resiko depresi
yang dihadapi lansia dapat berkurang.
Lansia yang mengalami
depresi seringkali menganggap harga dirinya rendah. Dengan terapi kognitif
lansia yang depresi akan belajar bagaimana cara menyadari dan memperbaiki
pikiran-pikiran negatif yang otomatis ini dan seiring waktu penderita depresi
akan bisa menentukan dan memperbaiki keyakinankeyakinan salah yang memicu
depresi mereka. Terapi lain yang dapat dilakukan untuk memperbaiki depresi
adalah senam latih otak. Pada prinsipnya dasar senam latih otak adalah melatih
otak agar tetap bugar dan mencegah pikun. Hasil penelitian menunjukkan adanya
penurunan yang bermakna nilai kondisi depresi lansia dengan harga diri rendah
sebelum dan sesudah mendapatkan terapi kognitif yaitu terdapat penurunan 3,39 dan 2,21. Senam latih otak secara
signifikan bermanfaat dalam menurunkan kondisi depesi dengan harga diri rendah
lansia dan sangat tepat dikombinasikan dengan terapi kognitif
Daftar Pustaka :
Prasetya,Surya. Achir,Yani.
Susanti,Herni.Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Depresi Pada Lansia Jurnal Keperawatan Indonesia
Volume 13, no 1. Maret 2010. hal 42-48
Kristiyaningsih,Dewi. Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan
Tingkat Depresi Pada Lansia. Jurnal Keperawatan Volume 1 nomor 1 januari 2011-Desember 2011.
Wedhari,Asri. Ardani, Indah. Angka Kejadian Depresi Pada Lansia Di Panti
Tresna Wredha Wana Seraya Denpasar Bali Tahun 2013. Fakultas Kedokteran
Universitas Udayana.
Saputri,widya. Indrawati, sri. Hubungan
Antara Dukungan Sosial Dengan Depresi Pada Lanjut Usia Yang Tinggal Di Panti
Wreda Wening Wardoyo Jawa Tengah. 66 Jurnal Psikologi Undip Vol. 9, No.1, April 2011
Halawa, Aristina. Dominikus. Perbandingan
Tingkat Depresi Pada Lansia Yang Mengikuti Dan Yang Tidak Mengikuti Senam
Lansia Di Rw 06 Kelurahan Darmo
Kecamatan Wonokromo Surabaya.

Mb dapet jurnalnya dmna iya, butuh bgt nih yx dukungan kluarga tingkat depresi lansia
BalasHapus