Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Hello there

Pengikut

Senin, 16 November 2015

Resume Jurnal ( Depresi pada Lansia)


Setiap orang menginginkan usia yang panjang dalam hidupnya. Pada akhir usia seseorang ingin menemukan kebahagian bersama orang-orang terdekat, namun pada usia ini lansia akan mengalami berbagai perubahan fisik dan gangguan kesehatan. Salah satu gangguan yang sering terjadi adalah depresi. berikut akan di jelaskan mengenai depresi pada lansia, faktor-faktor yang berkaitan dengan depresi dan penanggulangannya.


Lanjut usia (lansia) periode yang dialami oleh orang yang dikaruniai usia panjang dan terjadi berbagai kemunduran pada fungsi organ tubuh. Badan kesehatan dunia (WHO) menetapkan 65 tahun sebagai usia yang menunjukkan proses menua yang berlangsung secara nyata dan seseorang telah disebut lanjut usia.  Lansia mengalami perubahan fisik, biologis dan psikologis dapat menimbulkan gangguan fisik atau mental bagi mereka. Salah satu gangguan mental yang dialami lansia adalah depresi. Depresi salah satu bentuk gangguan kejiwaan pada perasaan/mood yang bersifat tertekan, sedih, tidak berharga, tidak mempunyai semangat dan pesimis terhadap hidup mereka. Para lansia yang diduga mengalami depresi  menunjukkan ciri-ciri jarang bericara dan berinteraksi dengan orang lain.  Menurut penelitian yang dilakukan di Panti Tresna Werda Wana Seraya Denpasar Bali ada tahun 2013 ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya depresi pada lansia yaitu usia, jenis kelamin dan penyakit yang mendasari. Lansia yang mengalami depresi 16,6 % usia 60-70 tahun, pada usia 71-80 tahun tidak ada yang mengalami depresi. Lansia berjenis kelamin perempuan 9% mengalami depresi, sedangkan lansia laki-laki tidak ada yang mengalami depresi. Berdasarkan penyakit yang mendasari 100% mengalami depresi.Data tersebut menunjukkan bahwa depresi cenderung terjadi pada usia yang lebih muda, berjnis kelamin perempuan dan mempunyai penyakit yang mendasari.
Depresi mempunyai keterkaitan erat dengan dukungan sosial. Dukungan sosial merupakan keberadaan orang lain yang dapat diandalkan untuk memberi bantuan, semangat, penerimaan dan perhatian sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan hidup bagi lansia yang bersangkutan. Dukungan sosial didapat dari keluarga, sahabat, kekasih, anggota atau sekelompok masyarakat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Panti Wreda Wening Wardoyo Jawa Tengah menunjukkan bahwa lansia yang tinggal di Panti tersebut mengalami depresi pada kategori tinggi dan dukungan sosialnya berada pada kategori rendah. Sumbangan afektif dukungan sosial sebesar 23,7 %. Kondisi tersebut berpengaruh pada penurunan depresi pada lanjut usia yang tinggal di panti Wreda. Faktor-faktor ain sebesar 76,3 % yang tidak di ungkap dalam peneitian diduga tururt berperan dalam depresi. Hubungan antara dukungan sosial dan deresi yaitu semakin tinggi dukungan sosial yang diberikan maka semakin rendah tingkat depresi yang terjadi.
Keluarga mempunyai andil paling besar dalam memberikan dukungan terhadap lansia, keluarga adalah orang yang mempunyai hubungan darah terhadap lansia. Stress sangat rentan terjadi pada lanjut usia karena fakor kehilangan, penurunan kesehatan fisik, dan kurangnya dukungan dari keluarga.. kurangnya dukungan  keluarga kepada lanjut usia, akan mempengaruhi dalam penyelesaian masalah. Apabila krisis masalah yang menumpuk dan berkepanjangan  akan dapat menimbulkan depresi. Penelitian dilakukan kepada lansia di Desa Langsar Kecamatan Saronggi Kabuaten Sumenep untuk mengetahui hunungan dukungan keluarga dengan tingkat depresi. Hasil penelitian doperoleh data 96 orang mendapat dukungan keluara diantaranya dukungan kurag 7%, sedan 12 %, baik 81 %. Sedangkan terjadinya kejadian depresi diantaraya 21% tidak mengalami depresi, 79 % depresi ringan, 10 % depresi sedang, 5 % dan depresi berat 6 %. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa hampir seluruhnya lansia tidak mengalami depresi. Semakin tinggi dukungan keluarga semakin rendah tingkat depresi.
Dalam mengatasi  depresi pada lansia, dapat diatasi oleh lansia itu sendiri dengan mengisi waktu seperti melakukan aktifitas-aktifitas ringan sesuai dengan hobi mereka, selain itu dengan olahraga sepert senam lansia dapat mengatasi kebosanan sehingga mereka menjadi senang. Senam lansia adalah suatu bentuk latihan fisik yang berpengaruh terhadap kmampuan fisik lansia. Dengan senam lansia membantu tubuh tetap bugar dan segar karena melatih tulang tetap kuat, mendorong jantung bekerja optimal, dan membantu menghilangkan bibit penyakit yang berkeliaran didalam tubuh. dengan begitu mereka dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. Hasil penelitian terhadap lansia yang mengikuti senam lansia di RW 06 kelurahan darmo Kecamatan Wonokromo surabaya dapat dilihat bahwa yang mengikuti senam tidak mengalami depres sama sekali yaitu 25 lansia (100%) tidak mengalami depresi, sedangkan yang tidak mengikuti senam 7 lansia (28%) diantaranya mengalami depresi ringan sedangkan 18 lansia (72%) lainnya tidak mengalami depresi. Lansia yang mengikuti senam lansia tingkat depresinya lebih rendah dibandingkan dengan lansa yang tidak mengikuti senam lansia. Dengan terjaganya kebugaran tubuh maka resiko depresi yang dihadapi lansia dapat berkurang.
Lansia yang mengalami depresi seringkali menganggap harga dirinya rendah. Dengan terapi kognitif lansia yang depresi akan belajar bagaimana cara menyadari dan memperbaiki pikiran-pikiran negatif yang otomatis ini dan seiring waktu penderita depresi akan bisa menentukan dan memperbaiki keyakinankeyakinan salah yang memicu depresi mereka. Terapi lain yang dapat dilakukan untuk memperbaiki depresi adalah senam latih otak. Pada prinsipnya dasar senam latih otak adalah melatih otak agar tetap bugar dan mencegah pikun. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan yang bermakna nilai kondisi depresi lansia dengan harga diri rendah sebelum dan sesudah mendapatkan terapi kognitif yaitu terdapat penurunan  3,39 dan 2,21. Senam latih otak secara signifikan bermanfaat dalam menurunkan kondisi depesi dengan harga diri rendah lansia dan sangat tepat dikombinasikan dengan terapi kognitif 

Daftar Pustaka :


Prasetya,Surya. Achir,Yani. Susanti,Herni.Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Depresi Pada Lansia Jurnal Keperawatan Indonesia Volume 13, no 1. Maret  2010. hal 42-48
Kristiyaningsih,Dewi. Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Depresi Pada Lansia. Jurnal Keperawatan  Volume 1 nomor 1 januari 2011-Desember 2011.
Wedhari,Asri. Ardani, Indah. Angka Kejadian Depresi Pada Lansia Di Panti Tresna Wredha Wana Seraya Denpasar Bali Tahun 2013. Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
Saputri,widya. Indrawati, sri. Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Depresi Pada Lanjut Usia Yang Tinggal Di Panti Wreda Wening Wardoyo Jawa Tengah. 66 Jurnal Psikologi Undip Vol. 9, No.1, April 2011
Halawa, Aristina. Dominikus. Perbandingan Tingkat Depresi Pada Lansia Yang Mengikuti Dan Yang Tidak Mengikuti Senam Lansia Di Rw 06 Kelurahan Darmo
Kecamatan Wonokromo Surabaya.



1 komentar:

  1. Mb dapet jurnalnya dmna iya, butuh bgt nih yx dukungan kluarga tingkat depresi lansia

    BalasHapus